Dewasa ini banyak minimarket yang tersebar di setiap kota kecamatan, tidak hanya satu atau dua tetapi banyak minimarket mulai menyerbu pedesaan, bahkan jarak antara minimarket tersebut terbilang dekat. Pada kesempatan kali ini, saya mewawancarai Ibu Tutik, seorang ibu rumah tangga mengenai monopoli perdagangan di pedesaan.

Menurut Ibu Tutik, hal tersebut sangatlah merugikan pedagang dengan modal yang kecil yang biasanya berjualan di pasar tradisional atau warung kecil, pedagang kecil tersebut kemungkinan besar akan kehilangan pelanggannya yang berpindah ke minimarket-minimarket, hal itu berbanding lurus dengan menurunnya pendapatan para pedagan kecil dan bisa menyebabkan para pedagang merugi dan akhirnya gulung tikar. Secara tidak langsung petumbuhan pasar-pasar modern di pedesaan menimbulkan penjajahan ekonomi yang mematikan perekonomian rakyat.

Sejak dahulu, sebenarnya kita telah mempunyai soko guru perekonomian yang merakyat yakni koperasi, tetapi dewasa ini koperasi seakan mati suri bahkan sejak beberapa tahun yang lalu Departement Koperasi dibubarkan, tepatnya saat pemerintahan Gus Dur. Jika saja sistem koperasi ditetapkan dalam kehidupan perekonomian maka monopli perdagangan bisa diminimalisir.

Pada akhirnya kita jugalah yang harus merubah keadaan yang ada, seperti menghidupkan kembali koperasi, memperbaharui sistem perekonomian sehingga rakyat lebih percaya pada koperasi, perbaiki pasar tradisional yang telah ada sehingga menjadi lebih bersih dan nyaman.

About yosweeta

I am a sweet little sanguine girl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s