1.       TUJUAN
Mengidentifikasi unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon
2.       ALAT DAN BAHAN
Alat        :
      Tabung Reaksi
      Pembakar spiritus
      Pipa pengalir gas
      Penjepit tabung
      Gelas Kimia
      Labu Erlemeyer
      Batang pengaduk
      Spatula
      Statif
      Kapas
Bahan   :
      Gula (C6H12O6)
      Air Kapur (Ca(OH)2)
      Kertas Kobalt (II) klorida (CoCl2)
      Tembaga (II) Oksida (CuO)
3.       DASAR TEORI
Keberadaan unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon dapat didefinisikanmelalui reaksi pembakaran yang menghasilkan unsur karbon dan hidrogen. Pembakaran senyawa organik secara sempurna menghasilkan gas CO2, sedangkan pembakaran senyawa karbon yang tidak sempurna akan menghasilkan karbon atau zat arang. Untuk mengidentifikasi unsur C, H, dan O, dapat kita lakukan dengan cara mengalirkan gas hasil pembakaran suatu senyawa hidrokarbon atau senyawa organik lainnya dalam air kapur atau larutan Ca(OH)2 sehingga terjadi reaksi : , Jika hasil pembakaran dapat mengeruhkan air kapur, maka itu berarti senyawa yang dibakar merupakan senyawa karbon.
4.       PROSEDUR KERJA
Experiment I
1)      Masukkan 5 sendok gula pasir dan setengah sendok CuO ke dalam labu erlemeyer.
2)      Siapkan air di dalam gelas kimia.
3)      Tutup tabung reaksi yang telah berisi gula dengan pipa pengalir gas
4)      Panaskan tabung reaksi diatas pembakar spiritus
5)      Alirkan gas yang terbentuk ke dalama air kapur
6)      Amati apa yang terjadi!
Experiment II
1)      Masukkan 5 sendok gula ke dalam tabung reaksi
2)      Tutup tabung reaksi dengan kapas
3)      Panaskan tabung reaksi diatas pembakar spiritus
4)      Setelah terbentuk uapair di dinding tabung reaksi, masukkan kertaskobalt ke dalam tabung reaksi
5)      Amati perubahanyang terjadi pada kertas kobalt!
5.       HASIL PENGAMATAN
Hasil Pengamatan Eksperimen I :
Ketika gula dan Tembaga (II) Oksida atau CuO dipanaskan dalam labu erlemeyer I, terjadi reaksi kimia yang ditandai dengan adanya perubahan warna. Perubahan warna pertama yang terjadi ialah berwarna merah kecoklatan, kemudian setelah suhunya semakin dinaikan, gula dan CuO pada labu erlemeyer I yang dipanaskan itu, berubah lagi warnanya menjadi hitam. Gas yang dihasilkan dalam pembakaran gula dan tembaga (II) oksida ini akan dialirkan dengan pipa pengalir gas ke labu erlemeyer II yang berisi air kapur atau Ca(OH)2.Beberapa saat kemudian, air kapur pada labu erlemeyer II  akan semakin keruh (mengeruh) akibat dialirkannya gas hasil pembakaran zat-zat pada labu erlemeyer I dan juga menghasilkan endapan CaCO3. Dimana keruhnya air kapur atau Ca(OH)2 ini menandakan bahwa pembakaran gula menghasilkan gas CO2. Dan itu berarti pada gula terdapat unsur C dan unsur O.



Hasil Pengamatan Eksperimen II
Pada saat gula dipanaskan di dalam tabung reaksi yang tertutup kapas, terjadi suatu reaksi kimia, yakni yang pertama timbul gelembung-gelembung gas (mendidih) dan menimbulkan uap air, dimana timbulnya gelembung gas tersebut menandakan bahwa ketika gula dipanaskan, terjadi reaksi kimia. Yang kedua, setelah suhunya dinaikkan, terjadi perubahan warna pada gula, warna gula yang sebelumnya berwarna putih, kini langsung berubah warna menjadi merah kecoklatan (seperti karamel, lihat gambar 1.3). Semakin suhunya dinaikkan, maka karamel itu ternyata berwarna semakin gelap  (hitam). Setelah membuka kapas penutup tabung reaksi, langsung kita masukkan kertas kobalt (II) klorida atau CoCl2 ke dalam tabung reaksi. Setelah diamati, rupanya kertas kobalt yang pada mulanya berwarna biru, mengalami perubahan warna menjadi berwarna merah muda keunguan .

Kami mengamati, bahwa ketika kertas kobalt di interaksikan atau disentuh dengan uap air pda dinding tabung reaksi itu, warna pada kertas kobalt terurai menjadi warna-warna penyusunnya. Kertas kobalt yang mulanya berwarna biru, yang kini warnanya terurai menjadi merah muda keunguan mengidentifikasi bahwa pada pembakaran gula menghasilkan H2O atau uap air yang dapat menguraikan warna kertas kobalt. Itu berarti pada glukosa atau gula terdapat unsur H, dan O.
6.       PEMBAHASAN
Senyawa organik merupakan senyawa yang mengandung unsur C, H, dan O. Dimana apabila senyawa organik ini dibakar, akan menghasilkan uap air (H2O) dan gas karbondioksida (CO2). Misalnya, apabila kita membakar sate atau jagung dalam waktu yang cukup lama, maka warna jagung atau sate tesebut akan berwarna hitam. Zat warna hitam inilah yang disebut dengan arang atau karbon. Pembakaran senyawa organik secara sempurna menghasilkan gas CO2, sedangkan pembakaran senyawa karbon yang tidak sempurna akan menghasilkan karbon atau zat arang. Untuk mengidentifikasi adanya unsur C, H, dan O dalam senyawa karbon, maka dapat dilakukan dengan melakukan percobaan atau eksperimen pemanasan gula. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, untuk mengidentifikasi adanya unsur C, dan O, kita dapat melakukan eksperimen I, dengan bantuan CuO yang dapat mempercepat proses reaksi dari pembakaran gula. CuO ini juga bekerja sebagai okidator atau tugasnya mereduksi gula. Sedangkan gula akan menjadi pereduksi atau bertugas mengoksidasi CuO. Pembakaran gula menghasilkan gas yang kemudian dialirkan dengan pipa pengalir gas ke labu erlemeyer II yang berisi air kapur. Setelah gas bercampur dengan air kapur Ca(OH)2, air kapur akan mengeruh, dan menghasilkan endapan CaCO3. Berikut reaksinya : Ca(OH)2 + CO2 –> CaCO3 + H2O
Hal ini membuktikan bahwa gas yang dihasilkan dari pembakaran gula atau glukosa tersebut merupakan gas karbondioksida atau CO2. Itu bearti pada gula, terdapat unsur C dan unsur O. Sedangkan apabila kita ingin mengidentifikasi adanya unsur H, dan O pada senyawa organik, kita dapat melakukan percobaan atau eksperimen II. Dalam eksperimen II ini, gula dipanaskan di dalam tabung reaksi yang ditutup dengan kapas, agar gas yang terbentu tidak keluar ke udara bebas. Kemudian setelah terjadi perubahan warna dan timbul titik-titik uap di dinding dalam tabung reaksi, buka kapas dan langsung masukkan kertas kobalt (II) klorida. Kertas ini pun yang semulanya berwarna biru, berubah warna menjadi merah keunguan (warnanya terurai menjadi warna merah muda keunguan). Jadi kesimpulannya, pembakaran gula menghasilkan uap air atau H2O. Dan itu berarti pada senyawa karbon atau senyawa organik ini tersusun atau terdapat unsur H, dan O di dalamnya.
7.       SIMPULAN

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembakaran gula atau glukosa (C6H12O6) dapat menghasilkan uap air (H2O) dan gas karbondioksida (CO2). Hal ini membuktikan, bahwa berdasarkan percobaan dengan menggunakan kertas kobalt (II) klorida, tembaga (II) oksida, dan air kapur, pada senyawa karbon (Gula) terbukti terdapat unsur C, H, dan O.

About these ads

About yosweeta

I am a sweet little sanguine girl

2 responses »

  1. hanii mengatakan:

    Terima kasih ya infonya…
    Keren penjelasannya dan pas buat tugas saya…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s